ICT Manajemen Pendidikan A. Konsep dan Fungsi ICT dalam Pendidikan Indonesia adalah negara kepulauan yang cukup luas, dengan wilayah sebesar 5.193.252 km2 dengan Bentangan Horisontal 1/8 kel. Bumi dan Jumlah Pulau 17.508 dengan Garis Pantai 80.000 km. Jumlah penduudk saat ini adalah 247 juta yang tersebar di 446 Kabupaten/kota, 5.263 Kecamatan dan 62.806 desa. Dengan potensi yang begitu besar ternyata tidak diimbangi dengan kemajuan bidang pendidikan dibandingkan dengan negara lain. Saat ini Masih banyak anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun, dari anak usia sekolah 7-12 tahun partisipasi siswa untuk mengikuti pendidikan masih dibawah 80% (APK SMP 85,22; APK SMA 52,2). Tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan/sekolah, sebagai contoh; tidak semua sekolah memiliki telepon, apalagi koneksi internet, Masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dengan desa desa terutama daerah terpencil. Secara umum masih terdapat kesenjangan antara daerah Indonesia barat dengan daerah Indonesia timur. Penilaian kualitas pendidikan Indonesia menduduki ranking 112 dari 175 negara (jauh berada di bawah Malaysia dan Bangladesh). Dan hal tersebut diakibatkan karena kualitas tenaga pendidik masih perlu ditingkatkan. Saat ini jumlah guru yang ada adalah 2.692.217, dari jumlah trsebut yang memenuhi syarat sertifikasi 727.381 orang atau sekitar 27%, sehingga diperlukan sekitar 1.964.836 atau 73% guru yang harus itingkatkan kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan yang juga menjadi masalah adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah (Digital Divide) ICT dapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar, diantaranya (1).Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan efisiensi, (3) Meningkatkan kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas mengajar, (5) Memfasilitasi pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, (7) Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, (8) Mengurangi kesenjangan digital. Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu : ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content)dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi denga ribuan perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain. ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pada bagian ini. ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitas-fasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dikuasi oleh siswa mulai SD/Mi, SMP/MTs dan SMA/MA, sebagai bekal siswa dalam kehidupannya (life skill) dan bekal melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi. ICT sebagai penunjang administrasi pendidikan. Misalnya pemanfaatan software aplikasi untuk membantu administrasi sekolah seperti pembuatan jadwal, pembuatan database siswa, pembuatan laporan sekolah dan rapot siswa, pengolahan nilai siswa, dan lain-lain. ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah. Manajemen terkait dengan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibantu dengan pemanfaatan ICT, misalnya melalui program aplikasi pengolah kata dapat membuat dokumen-dokumen perencanaan sekolah, SIM atau sistem informasi Manajemen sekolah dapat dibuat sekolah sebagai sumber informasi untuk mempermudah akses informasi. Melalui Jardiknas, akan terbangun komunitas antar sekolah yang memudahkan komunikasi antar sekolah. Melalui CCTV saat ini dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah satu bentuk pengawasan pembelajaran. ICT sebagai imprastruktur pendidikan. Imprastruktur terkait dengan sarana dan pra sarana lebih luas yang dibutuhkan sekolah termasuk gedung sekolah, ruang kelas virtual, kelas multimedia, dan pembangunan koneksi internet seperti pemasangan tower internet. B. Pembelajaran Berbasis ICT/TIK Pendidikan tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh gelombang perubahan teknologi informasi. Respon kita terhadap gelombang perubahan tersebut adalah memanfaatkannya sebagai wahana transfor-masi pendidikan. Transformasi pendidikan dapat terjadi dalam seluruh pilar pendidikan mulai dari kurikulum dan konten, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, sumberdaya manusia. Administrasi, manajemen dan kebijakan serta supra dan infra struktur pendidikan. Dalam aspek kurikulum dan konten, TIK dapat menjadi wahana transformasi pendidikan dalam arti menjadi gudang ilmu pengetahuan. Dalam aspek pembelajaran TIK dapat menjadi alat bantu pembelajaran, dari aspek SDM TIK menjadi salah satu standar kompetensi. Dari aspek administrasi TIK dapat menjadi wahana transformasi pendidikan dalam arti menjadi penunjang sistem administrasi dan sebagainya. Ade Koesnandar (2008:10) menyatakan bahwa dalam blue print TIK untuk pendidikan, fungsi-fungsi TIK digambar sebagai sebuah bangunan gedung yang terdiri dari pondasi, tiang, dan atap. Secara singkat berikut dikemukakan peran TIK dalam masing masing aspek pendidikan: 1. Kurikulum dan Konten TIK sebagai gudang ilmu pengetahuan dengan kapasitas dan ruang lingkup yang hampir tidak terbatas. Bentuknya dapat berupa referensi berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia dan dapat diakses melalui fasilitas TIK, pengelolaan pengetahuan, jaringan pakar, jaringan antar institusi pendidikan, pusat pengembangan materi ajar, wahana pengembangan kurikulum dan sebagai komunitas perbandingan standar kompetensi. 2. Fasilitas dan Sarana Prasarana Teknologi informasi dan komunikasi memberi manfaat yang sangat berarti dalam penyediaan fasilitas dan sarana prasarana pendidikan. TIK di sekolah dapat berupa pojok internet, perpustakaan digital, kelas virtual, laboratorium multimedia, papan elektronik, dll. 3. Sumber Daya manusia Sebagaimana telah disinggung dalam Unit 8, penguasaan dan pemanfaatan TIK untuk kepentingan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi guru sekolah dasar. Dalam Permendiknas nomer 16 tahun 2007 dinyatakan bahwa salah satu kompetensi pedagogik guru sekolah dasar adalah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 4. Administrasi Lembaga Pendidikan Administrasi lembaga pendidikan merupakan salah satu lini pendidikan yang sangat terbantu dengan kehadiran ICT. Manajemen siswa, guru, kelas, materi dan ekstra kulikuler sebagai proses inti dalam administrasi menjadi lebih mudah dilakukan dengan ketelitian dan keakuratan yang lebih terjamin. Di samping administrasi sekolah, SDM, keuangan dan manajemen fasilitas juga lebih mudah dikelola dengan memanfaatkan ICT. Pemanfaatan ICT dalam administrasi lembaga pendidikan dapat digambarkan dalam diagram berikut: Manajemen Berbasis Sekolah (Suplemen BAC) 5. Manajemen dan Kebijakan Lembaga Pendidikan ICT dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai alat bantu manajemen sekolah dalam pengambilan keputusan manajerial lembaga pendidikan. Untuk itu lembaga pendidikan perlu mengembangkan sistem informasi manajemen eksekutif sekolah, sistem penunjang keputusan, sistem informasi manajemen berbasis sekolah dan sebagaimya. Dari berbagai sistem yang dikembangkan dapat diperoleh informasi yang akurat dan terkini sebagai dasar manajemen sekolah mengambil kebijakan sekolah. C. Peningkatan Profesionalisme Guru Berbasis ICT Dalam proses pembelajaran TIK dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran dapat berupa alat bantu mengajar bagi guru, alat bantu belajar bagi siswa, serta alat bantu interaksi antara guru dengan siswa. Pada dasarnya untuk mempelajari dan mengembangkan konsep ICT/ Komputer sangatlah sederhana, tinggal bagaimana seseorang mengembangkan pola pikirnya ke arah positif untuk maju dan berkembang untuk mendapatkan tingkat akselerasi yang baik. Setelah pemanfaatan ICT/Komputer dapat dikuasai maka yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengaplikasikan ICT/Komputer dalam kehidupan Pendidikan dan Pembelajaran. Pelbagai penerapan yang mungkin digunakan di sekolah diantaranya: Jaringan Komputer Lokal atau LAN (Local Area Network), Koneksi ke Internet, Laboratorium Komputer, Sistem Informasi yang berkaitan dengan kegiatan sekolah seperti Perpustakaan, Data Pelajar, Bahan Pelajaran, dll. Penerapan ICT ini harus dalam sebuah kesatuan, integrasi teknologi ini harus menjadi sebuah bentuk penerapan yang mendukung secara utuh proses pendidikan dan pembelajaran sehari-hari di sekolah, sehingga usaha dan dana yang dikeluarkan untuk pengadaannya tidak menjadi sia-sia. Program ini benar-benar dapat diterapkan di semua sekolah. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan merupakan sarana untuk melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran. Tujuan pengembangan ICT atau komputer dalam pendidikan adalah: a) Menciptakan pusat layanan informasi pendidikan bagi sekolah, industri dan masyarakat. b) Pusat interkoneksi intranet dan internet di setiap kota/kabupaten dan sekolah. c) Memperluas proses pembelajaran yang terstandar di semua jenjeng pendidikan di seluruh Indonesia. d) Menmgurangi disparitas pendidikan di setiap jenjeng pendidikan di seluruh Indonesia. Sebagai sarana pembelajaran jarak jauh yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mempersiapkan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi skala nasional dan internasional berbasis keunggulan lokal. Manajemen Berbasis Sekolah (Suplemen BAC) 7 e) Menyediakan pusat informasi yang inovatif yang mampu membangkitkan kreatifitas guna meningkatkan kompetensi. f) Mendistribusikan internet ke sekolah, dinas pendidikan dan institusi pendidikan lainnya. g) Membantu memajukan perekonomian daerah melalui informasi dan komunikasi. Untuk membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif bebasis ICT perlu memanfaatkan perangkat multimedia. Dengan perangkat multimedia dapat menyerap konsentrasi dari segala aspek rangsangan yang ada pada indra manusia, antara lain visual, audio dan motorik. Pemanfaatan multimedia pembelajaran saat ini sudah banyak diproduksi dan diterapkan di sekolah-sekolah, universitas maupun lembaga diklat. Multimedia pembelajaran yang baik adalah paket yang dapat mengakomodasi semua konsep ICT yang sesuai untuk siapa, kapan dan dimana multimedia pembelajaran tersebut digunakan. Karena sebaik dan secanggih apapun multimedia pembelajaran dibuat kalau tidak dapat dicerna dengan mudah oleh pebelajar maka artinya media tersebut tidak baik karena tidak memberikan tambahan pemahaman pada pebelajar yang bersangkutan. Hal-hal yang penting dalam penerapan dan pembuatan media pembelajaran berbasis ICT antara lain: 1. Unsur visual yang sesuai dengan kondisi materi yang diajarkan. Misal meng-gunakan gambar atau animasi harus berhubungan dengan materi yang sedang dibahas. Jangan sampai animasi mendominasi tampilan sehingga terkesan menggangu 2. Unsur suara yang jelas dan tertata sehingga mudah didengar secara sempurna dan terkesan indah, merdu dan mudah dipahami. Selingan musik hanya diberikan pada hal-hal yang tidak memerlukan perhatian serius untuk dianalisa dan dipahami. 3. Pemanfaatan ukuran huruf yang tepat dan sesuai dengan topik dan materi yang dibahas serta seimbang dengan tampilan keseluruhan media yang ditayangkan. 4. Penggunaan warna yang menarik sesuai dengan kondisi dan posisi tayangan dan harus diseimbangkan dengan warna huruf dan gambar yang ada. Beberapa hal berikut ini dapat kita jadikan acuan sebagai konsep dasar yang paling sederhana dalam mengaplikasikan ICT/Komputer dalam dunia pendidikan, dan pembelajaran, yaitu: 1. Adanya web site pada sekolah dengan dwi bahasa (Inggris dan Indonesia) a.Pusat interkoneksi intranet dan internet di setiap sekolah. b. Pusat layanan informasi pendidikan bagi sekolah, Pemerintah, industri dan masyarakat yang meliputi kegiatan sekolah antara lain: Penerimaan Siswa Baru, Data Sekolah, Data Siswa, Proses Pembelajaran, Berita Sekolah, Bursa Kerja Khusus, Evaluasi, dll. 2. Sarana Komunikasi Sisterschool dan partnership dengan sekolah luar negeri. ICT sebagai alat komunikasi di sekolah dan dengan partnership Luar negeri bermanfaat sebagai: a. Video Conference (Pembelajaran Jarak Jauh) b. Tukar-menukar informasi unutk mengembangkan pembelajaran 3. ICT sebagai instrument untuk menampilkan pelaporan sekolah kepada stakeholder (Pemerintah, Guru, Pemda, masyarakat dan industri serta partnership. 4. Sarana kemudahan presentasi dan akses ke sumber referensi 1. Sumber data informasi lembaga yang berfungsi sebagai media informasi dan promosi kinerja lembaga. 2. Berkenaan dengan tujuan dan sasaran dari pendidikan dan pembelajaran pada masyarakat pendidikan. 3. Apakah silabus yang dipakai sudah tepat dan dimana tempat untuk mencari acuan yang tepat. 4. Metode-metode pengajaran harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan 5. Jadwal pelajaran, jadwal diklat, atau jadwal ujian dapat di-upload secara online 6. Pemberian tugas dan pengumpulan data 7. Sebagai media penampung informasi daftar referensi atau bahan bacaan 8. Profil lembaga dan kontak pengajar atau masyarakat instansi a. Pemanfaatan diktat dan catatan pelajaran b. Memudahkan pencarian dan pembuatan bahan presentasi c. Sebagai bank data semisal mencari contoh ujian yang lalu atau soal yang lalu d. Sebagai media tanya jawab / FAQ (frequently asked questions) e. Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas f. Sebagai penyedia situs-situs bermanfaaat g. Pencarian artikel-artikel dalam jurnal online Sarana Komunikasi dalam kelas yang atraktif, inovatif dan menarik 1. Pemanfaatan forum diskusi online 2. Mailing list diskusi 3. Papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal kuliah, informasi tugas dan deadline-nya) 4. Sarana untuk melakukan kerja kelompok 5. Sarana untuk sharing file dan direktori dalam kelompok 6. Sarana diskusi untuk mengerjakan tugas dalam kelompok Sistem ujian online dan pengumpulan umpan balik (feedback) Memanfaatkan fasilitas jaringan lokal maupun internet sebagai saran ujian yang online memudahkan dan menyederhanakan kerja pendidik. Konsep diatas tidak mutlak harus ada semua dalam sebuah aplikasi ICT instansi pendidikan, karena tiap lembaga atau sekolah selalu mempunyai latar belakang keadaan dan topologi geografis yang berbeda, maka biasanya selalu Manajemen Berbasis Sekolah (Suplemen BAC) mempunyai konsep yang berbeda pula. Yang paling penting adalah pemanfaatan ICT dapat diterapkan seoptimal mungkin untuk memberikan akselerasi pendidikan ke arah positif dan maju dengan lebih cepat, berkesinambungan, terarah dan terkoordinasi. Pemanfaatan e-Learning Ketika kita berbicara tentang pemanfatan e-Learning, maka hakikatnya adalah sama saja dengan strategi pemanfaatan perangkat lunak. Hal ini karena e-Learning adalah juga merupakan suatu perangkat lunak. Aplikasi e-Learning terlengkap dan terbaik yang ada di internet belum tentu sesuai dengan kebutuhan sebenarnya dari pengguna. Saat ini sebenarnya industri e-Learning sedang mengalami krisis, yang berakibat ke kegagalan eLearning. Dari sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan/kursus yang menggunakan konsep e-Learning. Ketika e-Learning itu diwajibkan kepada mereka 30% menolak untuk mengikuti ([Dublin, 2003] dalam Romi Satria Wahono. IlmuKomputer.Com). Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti e-Learning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir ([Delio, 2000] dalam Romi Satria Wahono). Dari berbagai literatur yang ada, kegagalan e-Learning sebagian besar diakibatkan oleh kegagalan dalam analisa kebutuhan yang mengandung pengertian bahwa pengembang tidak berhasil meng-capture apa sebenarnya kebutuhan dari pengguna (user needs). Hasil dari proses analisa kebutuhan (requirements analysis) pengguna diterjemahkan sebagai fitur-fitur yang sebaiknya masuk dalam sistem e-Learning yang di kembangkan. Sebagai pedoman fitur-fitur yang biasanya disediakan dalam sistem e-learning dapat menggunakan konsep penggunaan ICT yang penulis kemukakan diatas. Karena pada dasarnya e-Learning merupakan salah satu metode penerapan ICT yang berbasis WEB dengan menggunakan teknologi Internet, dalam artian sistem jaringan online yang lebih luas tanpa batas. Dengan sistem e-Learning, seseorang yang ingin belajar bebas untuk memilih apa yang akan di pelajari dalam waktu yang tidak terikat dan bebas untuk mengekspresikan semua materi yang didapatkan. Dalam pembuatan konsep pengaplikasian e-Learning alangkah baiknya bila kita gunakan konsep-konsep yang berbasis pada analisis kebutuhan tiap-tiap pemakai. Sehingga dalam hal ini diperlukan suatu kerja sama yang saling berkaitan dalam membentuk suatu wadah untuk menuangkan karya cipta antara kebutuhan dan proses produksi materi untuk menghasilkan pembelajaran berbasis e-Learning yang optimal dan sesuai. Maka dalam hal ini diperlukan suatu pengembangan SDM yang dapat menguasai teknologi dan materi-materi pendidikan untuk dapat bekerja sama membentuk team work yang solid. Merangkum berbagai pemikiran, Uwes A. Chaeruman (2008) menyatakan bahwa integrasi TIK dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus memungkinkan terjadinya proses belajar yang: 1. Aktif; memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna. 2. Konstruktif; memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya. 3. Kolaboratif; memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya. 4. Antusiastik; memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 5. Dialogis; memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah. 6. Kontekstual; memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning” 7. Reflektif; memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001)). 8. Multisensory; memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al, 2000). 9. High order thinking skills training; memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung juga meningkatkan ”ICT & media literacy” (Fryer, 2001). Sistem Informasi Manajemen Sekolah Menurut Mcleod (1995) mendefinisikan sistem informasi manajemen sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan suatu organisasi yang salah satu sistem utamanya menjelaskan mengenai apa yang telah terjadi, apa yang sekarang terjadi, dan apa kemungkinannya di masa mendatang. Sedangkan menurut Gordon. B Davis (1974) yang dialih bahasakan Aceng Muhtaram Miirfani dalam “Sistem Informasi Pendidikan dan Ketatausahaan Sekolah” menyatakan bahwa : “ Sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keptusan dalam sebuah organisasi” Dalam pengertian diatas dinyatakan bahwa sstem informasi manajemen merupakan sistem mesin/ manusia yang terpadu. Hal ini mengandung makna bahwa mesin dan manusia harus merupakan suatu sstem, mesin tanpa manusia atau manusia tanpa mesin, SIM tidak akan berjalan atau adanya kerusakan salah satunya , akan merupakan suatu kecacatan dalam sistem informasi manajemen. Ada tiga komponen dalam sistem informasi manajemen, yaitu : 1. Sistem Sistem adalah seperangkat komponen yang terdiri dari dua atau lebih, yang saling berhubungan dan saling ketergabtungan satu sama lain, untuk mencapai suatu tujuan bersama. Jika suatu sistem tertentu diidentifikasi, maka seringkali terdapat sejumlah sistem yang lebih kecil yang dinamakan subsistem. Setiap bagian organisasi selalu membutuhkan keputusan yang cepat dan tepat. Juga membutuhkan bagian-bagian yang lain untuk pembuatan keputusan, apalagi top managernya. Keputusan yang dicetuskan sangat bergantung pada data-data/ informasi dari berbagai subsistem. Maka disinilah dirancang sistem informasi manajemen, sehingga dapat dianggap sebagai metode untuk memecahkan masalah. 2. Informasi Informasi erat hubungannya dengan data. Informasi berasal dari data. Oleh karena itu, sebelum memahami informasi, akan lebih baik memahami datardahulu. Kriteria suatu informas manajemen yang efektif aalah bahwa sistem tersebut dapat memberikan data yang cermat, tepat waktu, dan yang penting artinya bagi perencanaan, analisis dan pengendalian manajemen untuk mengoptimalkan pertumbuhan organisasi. 3. Manajemen Komponen ketiga adalah manajemen, yang merupakan proses pengelolaan dari mulai pengumpulan data, hingga menjadi informasi termasuk proses pertransferan informasi kepada yang memerlukan. Manajemen dapat pula dipandang sebagai serangkaian proses pengelolaan yang menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Dalam sistem informasi manajemen berarti proses informasi selalu memerlukan penerapan fungsi-fungsi manajemen dari mulai perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan, penyimpanan,sampai dengan penyebaran informasi. Dalam sistem informasi manajemen, seorang pemimpin tidak akan mampu bekerja tanpa dibantu oleh bawahannya. Karena SIM tidak menerima data dari atasan atau dari segi satu bagian saja dalam organisasi, tetapi dari semua bagian. Shingga diperlukan bawahan secara spesifik menangani data dan informasi yang diterima dari bagian-bagian yang lain. Sumber : (http://belajartanpabuku.blogspot.co.id/2013/04/konsep-dan-fungsi-ict-dalam-pendidikan.html) (https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=0ahUKEwj0-KD-k4_KAhUCCo4KHRb_DCwQFggvMAI&url=https%3A%2F%2Fmath78hana.files.wordpress.com%2F2015%2F01%2Ftugas-resume-pemanfaatan-ict-di-dalam-pendidikan.pdf&usg=AFQjCNGcSzN5oRfVoewbyZQdYJjAhbjGqQ&cad=rja) ICT Manajemen Pendidikan A. Konsep dan Fungsi ICT dalam Pendidikan Indonesia adalah negara kepulauan yang cukup luas, dengan wilayah sebesar 5.193.... Baca selengkapnya » 23.02